Archive for December 2013
Kejadian ketika Siroh (jumat)
By : Dhyani Paramita
Aku mau cerita kejadian heboh yang bikin perutku sakit karena ketawa hari jumat.
Jadi siroh itu ngebahas tentang Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu) yang dilakukan bulan kemarin. Tapi bukan dibahas, pak Fajar bikin kayak layar bioskop yang ditampilkan foto-foto kocak yang diambil pada perjusa. Dan karena orangnya pas difoto kebanyakan enggak sadar, jadi banyak yang somplak mukanya termasuk aku! -_-
Nah, disitu, kan kalo ada yang keliatan mukanya lagi jelek itu di-zoom. Malu, kan?!
Dan ada yang bikin aku kesel banget yaitu pas aku dibelakang kak Nadine dan kak Nadine lagi disebelah kak Ibma *3* aku berpose dari belakang, tanganku bikin angka dua dan aku taro yang kanan diatas kepala kak Ibma (waaa, masalah besar) dan satunya lagi, aku taro di atas kepala kak Nadine. Wah, terus kepalaku keliatannya di keteknya kak Nadine lagi melet -..- Terus aku, kak Ibma, sama kak Nadine diketawain. Aku tutup muka, sambil ikut ketawa dan gregetan. Kak Ibma tutup kuping kalo kak Nadine tutup muka, sambil guling-guling ke temennya. Aku sendiri nggak berani ngapa-ngapain.
Terus banyak yang di-cieee in, alhamdulilah aku enggak. Kalo di-ciee in pas sama kak Ibma aku bakal langsung ke kamar mandi. Pastinya!
Untung, enggak ada part aku dan kak Ibma. Uh, thank godness!
Udah, segitu dulu ya. Bye!
Tag :
Diary,
Me and Cut's Icons!
By : Dhyani ParamitaHai, ini cuma untuk funny-an aja, ya?
Tahu kan? Aku suka sama kak Ibma (samaran)? Ya, udah kuceritakan beberapa hari yang lalu. Sekarang iniii, aku mau ngeshare something, Cut lagi dirumahku dan dia suka sama Gida (samaran). Jadi kami bikin foto-foto berduaan ..., hehehe.... :P Mau liat enggak? Hey...! Yuk!
Tahu kan? Aku suka sama kak Ibma (samaran)? Ya, udah kuceritakan beberapa hari yang lalu. Sekarang iniii, aku mau ngeshare something, Cut lagi dirumahku dan dia suka sama Gida (samaran). Jadi kami bikin foto-foto berduaan ..., hehehe.... :P Mau liat enggak? Hey...! Yuk!

Me and Ibma :P

Cut and Gida! XD

Me XP

Cut! :D
Bagus nggak? :v Aku kan cuma main-main, jadi jelek ._.
Eh tapi beneran lho, aku dan dia ngedesain sendiri. Tanya aja ama Cut kalo enggak percaya :v Bye!
Kesel!
By : Dhyani Paramita
Aku mau cerita tentang Adikku yang sekarang suka bawa temennya kerumahku T^T
Jadi, sekarang tuh adekku sukanya bawa Raka yang anaknya rakus -_- anaknya kalo damar punya sesuatu pastinya mau diminta, direbut lagi!!! I hate Raka!!!
Udah gitu, asal damar lagi makan si Raka suka nyomot tanpa izin! Dan kalo damar langsung ngelak dia akan bilang, "Laka mau....," dengan muka ngarep yang sama sekali nggak bikin orang kasian.
Damar ribut mulu lagi. Soalnya Rakanya resek. Dan ujung ujungnya kalo Raka nyerah berantem dia bakal bilang, "Ya, kita temen yaaak..., kita temen yaaak!" gimana nggak kesel coba?
Waktu itu pas damar mau meluk Raka malah mukul adeku sampe nangis. Gimana coba? Kesel nggak? Pasti iya! Hmm, nggak gitu juga, tapi, KESEL BANGET!!!
Terus kalo ada Iki (Riki), temen adekku juga, mereka bakal berantem. Bagusnya damar bela si Iki. Bukan Raka. Terus si Iki bakal bilang, "Mampus...," aku bakal marah kalo dia bilang kayak gitu. Terus pasti si Raka bilang "Taiiiii....!" dan aku bakal marah dan nyuruh dia pulang.
Dan damar pernah dibikin ngamuk sama Raka. Raka pengen terus dirumah sini tapi damarnya mau tidur jadi dia ngamuk. Akhirnya aku sangat murka dan berkata, "Kalau saja kamu sudah is date!! Adikku tak akan menderita seperti ini! Dasar Setan!!!"
"Nanti kamu nggak boleh ke sini lho..." damar selalu bilang gitu kalo raka nakal. Dan parahnya yang bikin aku terbakar adalah Raka bilang, "Anjing," aku langsung nyubit dia kalo lagi gitu.
Ya intinya, aku pokoknya kesel banget sama yang namanya Raka itu. Aku bakal nyubit dan tonjok dia kalo udah co.id. kan dia nggak ngerasa?! Iya nggak?
Tag :
Diary,
Compost Art: Bird
By : Dhyani ParamitaHai semuaaa, aku cuma mau ngasih liat compost artku yang keberapa ini. Untuk informasi lebih tentang compose art klik disini.
Ini compost art burung. Yah, maybe its not perfect but im trying my best~
Aku juga memiliki banyak. Mau kupost? Nanti saja ya. Bye!
Ini compost art burung. Yah, maybe its not perfect but im trying my best~

Hmm, kupikir matanya kena katarak. Soalnya itu aku bikinnya nggak niat (piis). Tapi bagus enggak? Jangan komentar dulu kalau belum bikin. Mulai bikin compost art, yuk!
Aku juga memiliki banyak. Mau kupost? Nanti saja ya. Bye!
Tag :
Compost Art,
Ujian Musik kelas 6
By : Dhyani Paramita
Jadi tadi disekolah, aku disuruh nonton anak kelas 6 ujian musik. Jadi, aku, Keisya, dan Najwa berjalan ke aula dan menunggu penampilan dimulai.
Dan..., Oow... Kalian tahu apa? Ya! Ada kak Ibma (samaran)! Okey, yang penting aku jaim dulu disini. Eh, tapi tunggu. Najwa dan Keisya nggak ada!
Aku cari mereka kemana-mana, tapi enggak ada. Yaudah deeh, aku duduk dibelakang aja sama Zulfa. Aku ngoceh tentang blog terus sama dia (soalnya dia juga punya blog) sebelum acara dimulai. Kami bener-bener
keasyikan, sampai-sampai.."Ehmm, diam dulu semua, acara dimulai!" ucap KC (kak Charles, guru musik) yang sedang berfikir cara menenangkan para murid termasuk aku. "Mulai. Disini ada 6 kelompok."
Semua anak bertepuk tangan ketika kelompok satu maju. Mereka maju tanpa gagal tetapi tidak mempunyai intro yang cukup baik menurutku.
Saat kelompok dua maju, banyak yang lengah dan gagal. Lalu diulang dengan baik.
Begitu juga dengan kelompok tiga. Pada saat kelompok empat maju, aku tersentak dan berbinar. Kak Ibma!
Aku menonton pertunjukan ketiga tanpa melihat apapun selain kak Ibma. Aku terlalu sibuk memfokuskan mataku kepadanya sehingga aku tidak terlalu menikmati musik keseluruhannya, aku hanya menikmati permainan gitar kak Ibma.
Saat kelima dan keenam maju, kulihat biasa saja. Kelompok empat menjadi unggulanku hanya karena kak Ibma.
Aku tersenyum dan hanya melihat kak Ibma pada ujian itu. Aku tak mendengarkan ketika pengumuman diumumkan yang pasti aku hanya tahu bahwa kelompok empat masuk tiga besar. Itu sudah cukup membuatku tambah cinta kepadanya.
Mungkin segitu dulu. Maafkan aku jika terus membahasnya... Karena aku tak tahan... aku tak tahan lagi dengan cinta ...
Tag :
Music,
Pengoleksi Stiker Terbaik
By : Dhyani Paramita.jpg)
Hai, kali ini aku mau cerita tentang persainganku disekolah.
Jadi ceritanya, aku beli banyak sticker (ngeborong nih ceritanya). Lalu aku bawa ke sekolah, si Sasha lagi sentimen ama aku. Jadi dia ikut beli banyak stiker, kesel deh!
"Dhy, kamu kalah sama aku! Aku ada lebih banyak," ujarnya ketus.
"Terus? Kenapa? Kamu cuma tujuh, kan? Aku ada sebelas! Jadi gimana? Aku atau kamu? Ngikutin aku ya? Ih, kurker....," balasku, "lagian kan kamu beli juga karena gamau kalah sama aku. Ya kan? Kamu tuh sentimen sama aku, nyadar dong!"
"Besok aku mau beli lagi sama mama! Pasti dibeliin, Dhy! Aku yang menang!" ujarnya tidak terima. Aku merengut. "Aku tau dhy, pasti kamu juga mau beli lagi!"
"Enggak, asal kamu tau dirumahku bukan cuma sebelas. Ada banyak sekali, kamu mau? Aku punya yang laki juga kalau kamu mau. Gimana? Masih mau ngalahin aku? Ada puluhan dirumahku." kataku tersenyum jahil, "kenapa kamu seperti ini? Mending juga kamu beli pakai uang tabungan sepertiku. Kamu, mah, minta uang sama MAMI!!!"
"Uhhh, jahat Dhyani!" katanya sambil meninggalkanku di aula.
Ya, guys, kalian tahu, pelajaran dari cerita ini? Jelas-jelas aku sudah duluan, dia masih mau menentangku. Aku tidak pandai merangkai kata. Tetapi kuharap cerita-cerita dari pengalamanku bisa membantu seseorang...
Tag :
Diary,
I always thinkin' of ...
By : Dhyani Paramita
Kenapa ada manusia kayak dia. Aku mikir aja. Apa aku lagi masanya ya? Cuman, kenapa aku malah ngeshare rahasiaku di blog? Bukan curhat ke ibuku aja... Aku bener-bener enggak ngerti! Dulu, aku suka sama dia. Sekarang, diaaa. Sekarang aku udah nggak gonta ganti lagi. Dia tampan banget, uuugghhh!
Ternyata aku punya saingan! Oh tidak, aku harus bikin dia nggak suka lagi. Sainganku Salvina! Dia juga suka dengannya. Oke Sal, kita lihat siapa yang akan mendapatkannya! Cintaku itu udah mau retak waduknya. Jadi pasti aku yang menang? Apa dia? Harus aku!
Dia itu namanya... Kasih tau gak yaaa? Pokoknya, ada nama "Wibowo" nya. Lucu juga sih, tapi tuh dia... ah, gak terlalu ganteng juga sih, tapi aku nyaman ada dideket dia.
Terus, kenapa gak move on aja sih?! Tembak dia! Oh? Masaaa. Kamu ini masih kecil Dhy. Udah rebutan cowok aja! Uh, tapi ihh, geregettt... dia sempurna banget menurutkuuu, aduh, gilaaa...!
Tapi, aku nggak bisa lupain dia.. dia manjat hati aku ya? Gila kali Dhy, nggak mungkin. Tapi dia ... gimana ya? Apa curhat ke ibu..? Jangan! Paling aku jadi salting dan dia sebarin kemana-mana. No..! Jangan!
Terus ke siapa? Ke blog? Udah kulakukan. Tapi, masih greget! Help me...!
Tag :
Fallin,
Dhyani ngambek T^T
By : Dhyani Paramita
HUAAAAAAA!!!!!!!!!!!
Inget? Waktu aku bikin segmen di blog mainku (colorfulcuties) dan ada yang plagiat aku? Ya! Ada 3 orang. Dan sekarang ada lagi dan malah ada yang membuat tutorialnya! Gatau ya, dia dapet dari aku atau blog orang yang plagiat aku.
Tapi gila aja, tau sendiri orang yang di copas itu sedih banget
nah, liat gambar diatas itu ngenes banget kan? Iya, aku sekarang lagi kayak gitu
Gaada orang yang bisa kumintain tolong... 
Menurutku, diplagiat itu nggak enak jadi aku nggak pernah ngeplagiat,kan? Kenapa masih banyak orang yang kayak begitu?
Apalagi yang udah pernah diplagiat, pasti tau rasanya kan?! Ngaku dong!!!
Affa, cyber bestfriend aku nggak mungkin bisa bantu
soalnya dia jarang on. Ohh, what will i do? No one can help me!!!
Kalo aku bilang ke ibuku... itu malu-maluin banget! Itu kan masalahku sendiri. Lagian pasti ibu bakal bilang, "Okay fine. Get a life. Cuma itu yang dipermasalahkan?!" uhhh! 
Perlukah... aku meninggalkan aktifitas blogging? Hanya karna itukah? Tapi itu nggak masuk akal. Blogging termasuk aktifitas fav-ku dan im not gonna let it go.
Jadi gimana? Aku harus ngapain? Help me!!!!!!
Tag :
Sad,
When I Fall In Love...
By : Dhyani Paramita
Bolehkah aku berbahagia tetapi hanya sesaat? Hari ini aku sangat capek, dan bisakah aku menampung kelelahan itu? Baca yuk.
Jadi, pulang sekolah tadi, sehabis ULUM, aku langsung disambut oleh anak-anak kecil yang sejemputan denganku; Cut, Aulia, Zahra, Dhyandra, dan Aleea. Hm, menyenangkan juga mempunyai partner-parnter cilik yang "siap membantuku".
Saat itu om Sambas (abang jemputanku) belum datang. Jadi yah, mereka menaruh tas di saung mini sambil menaungi diri sendiri dari panas. Sedangkan aku dengan sepatu dan tas menaiki pohon dan menggantung tasku disalah satu batangnya sambil menaruh sepatu diatas tasku (jorok mode on).
Aku ngeliat kak Ibma (samaran) lagi main sama temen-temennya. Aku mikir, Ya tuhan, kenapa mesti ada mahluk setampan dia? Aku terus ngeliatin dia sampe dibilang bengong sama si Zahra. Aku ketawa kecil aja, biar enggak ketahuan kalo aku ngeliatin dia.
"Kakak kok bengong terus sih? Ngeliatin siapa?" si Cut ikut-ikut "nyikat" diri aku sambil ngeliat apa yang aku pandang. Aku buru-buru ngeliat ke arah lain.
"Oooh, ngeliat merak. Udah kak, jangan bengong, nanti kesurupan," ujar Aleea. Aku ngangguk aja. Tapi, masalahnya, kak Ibma malah jalan ke pohon yang lagi aku naikin. Yaudah, aku buru-buru turun dan ujung-ujungnya salting.
"Hm, semua, kita nunggu disana aja, yuk," aku tambah salting pas diliatin kak Ibma. "Please, disana lebih teduh, kakak capek,"
"Iya deh, ya, ayo semuanya kita kesana! Lagian ada gerombolan anak laki, ada yang lagi masanya tuh!" ujar Dhyandra seenaknya.
"Kamu jangan seenaknya saja kalau bicara. Bisa saja menyinggung kak Dhyani," ucap Cut. Aku mengangguk, kemudian tersenyum kecil karena aku tahu memang aku sedang masanya. Apalagi di gerombolan itu ada satu anak yang kutaksir.
"Oke, lama nih! Lento (lambat) banget soh, ayo! Don't make me waiting so long OK? Common!" ujarku kesal melihat kak Ibma sudah mulai dekat dengan posisi kami berdiri. Saat sudah tidak tahan akhirnya aku terhuyung-huyung berlari ke pos Satpam-- bagian depan sekolah.
"Kak Dhyani kena virus ya?" ujar Aleea ketika sampai.
"Virus jatuh cintaaa, niiih?" pancing Dhyandra. Oh tidak, dia tidak mungkin mengetahui! Tidakkk...! Aku langsung menggeleng. Pada dasarnya aku speechless.
"Nggak mungkin. Belum masanya," ujarku nggak berarti. Capek juga ngurusin krucil-krucil yang ini. "Lebih baik kalian jajan, sana. Jangan ngganggu, kakak sudah capek dengan 'ciapan' kalian," ujarku sambil mencibir, "anak seusiaku belum diperbolehkan jatuh cinta."
"Pada dasarnya kakak melakukannya,"
"OH-MY-GOD, siapa yang bilang itu?" kataku naik darah.
Semua menunjuk ke arah anak laki-laki 'pemancing' yang hitam itu, aku mendekatinya lalu menarik bajunya, lalu berbisik, "Jangan berani-berani menghina kakak kelas. Itu tidak baik. Mending kalau kamu mau minta maaf," lalu aku melepaskan tarikanku pada bajunya.
"Dah ya semua, kakak mau manjat pohon," teriakku lalu lari ke pohon. Tapi..., o-ooow, ada kak Ibma di atas pohon! Dia manjat, dimana? Di tempat yang biasa kududuki! Oh no, ini bakal jadi masalah.
Untungnya setelah beberapa menit dia turun. Akhirnya aku bisa duduk menikmati angin diatas.
"MONYET!"
Aku berbalik sigap. WHAT?! Ada kakak-kakak, tapi bukan kak Ibma untungnya. Akhirnya untungnya setelah itu jemputanku dateng. Alhamdu-lilaaaaah.
Belum habis, lhooo. Ini kisah yang membuatku malu bangetttt...
Jadi tadi siang, aku lagi ada masalah sama sahabat-sahabatku, terus aku jalannya jadi sama Keisya dan Najwa. Terus kan mau sholat, kami ketinggalan ceritanya. Terus, aku liat ada kak Ibma sama sahabatnya (1 doang) lagi dipukul pantatnya (asdfghjkl) sama Giri, Khalid, dll (sekelasku) juga. Mereka ketinggalan. Kata pak Joko disuruh kekelas aja, jadi kami kekelas lari. Pas sampe di kelas...
"MUKENAKU!" O-oww, mukenaku ketinggalan! Nooo... okey, bakal kuambil dulu. Dan apa yang terjadi pas aku menengok keluar kelas? Jejejeng....,
Kak Ibma lagi memegangnya! Dia kayak sirkus banteng merah itu, kayak mancing aku buat kesana ngambil mukenaku. Dia senyum ke aku. What? Aku nggak bakal melupakan saat ini..., batinku. Aku langsung lari dan... ZIP! Mukenaku kuambil dari tangannya. Aku sempat nyentuh tangannya
Aku mikir, apa aku lagi puber? Nggak! Nggak mungkin, temenku yang puber aja baru 2 (di kelasku). Masak sih aku udah puber?
Terus apa dong? Cintaku ini erat banget sama dia
Jangan-jangan aku cuma memulai puber. Tapi hanya memulai. Soalnya, maaf! Khusus cewek dulu. Laki jangan dibaca!!!! Payudaraku udah mulai suka sakiiit.. nyet kayak ditusuk ...
... Tapi masa sih?
Aku benci jatuh cinta! Aku benci....!
Someone, help me...
Tag :
Love,
